6 Jenis Termometer dan Cara Pemakaian yang Tepat

Beberapa jenis termometer ini sering digunakan untuk mengukur suhu tubuh saat sakit. Simak jenis dan cara pemakaiannya untuk hasil yang akurat.

6 Jenis Termometer dan Cara Pemakaian yang Tepat
Image Source: Freepik/Freepik

Apakah kamu pernah sakit demam? Jika pernah, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan termometer. Alat berbentuk pipih ini biasanya akan diletakkan pada area ketiak dan dapat menunjukkan suhu tubuh penggunanya.

Jika dulu kamu hanya mengenal alat ini dengan bentuk stik atau pipih, sekarang terdapat banyak jenis termometer yang beredar di pasaran. Tentunya aneka jenis termometer ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing,

Penasaran dengan jenis-jenis termometer yang ada? Simak artikel ini sampai habis, ya. Tapi sebelum itu, kita kenalan dulu dengan fungsi alat satu ini, yuk!

Fungsi Termometer

Kata termometer berasal dari bahasa latin ‘thermo’ yang berarti panas dan ‘meter’ yang berarti mengukur. Jika digabung, maka termometer bisa diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur panas.

Sama seperti namanya, termometer berfungsi untuk mengukur panas tubuh seseorang. Selain untuk mengukur suhu tubuh, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur panas pada udara, air, dan benda lainnya.

Umumnya termometer hadir dengan tiga satuan ukur, yakni Celsius (°C), Fahrenheit (°F), dan Kelvin (K).

Jenis-Jenis Termometer

Setelah mengetahui fungsinya, sekarang saatnya kamu menyimak jenis-jenis termometer yang banyak digunakan untuk mengukur suhu tubuh.

1. Termometer Digital

Termometer Digital
Image Source: Freepik/Fabrikasimf

Termometer digital jadi salah satu jenis termometer yang paling banyak digunakan untuk mengukur suhu tubuh baik oleh tenaga medis atau umum. Alat ini memiliki bentuk panjang dan pipih seperti pena.

Bagian ujung termometer digital terbuat dari besi yang dilengkapi sensor panas elektrik. Sensor ini dapat menghasilkan sinyal listrik yang akan diterjemahkan oleh sistem bawaan menjadi deretan angka yang menggambarkan panas tubuh.

Termometer digital dapat digunakan pada mulut, ketiak, hingga anus. Tentunya jenis yang digunakan dari anus memiliki ujung lebih pendek dan tumpul sehingga tetap aman untuk mengukur suhu.

2. Termometer Digital Inframerah

Termometer Digital Inframerah
Image Source: Freepik/Freepik

Sejak munculnya pandemi Covid-19, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan jenis termometer ini. Termometer digital inframerah biasanya memiliki bentuk seperti pistol dengan pegangan dan sensor pada bagian atasnya.

Menggunakan gelombang inframerah, termometer ini mengukur panas yang dikeluarkan tubuh pada area tertentu seperti dahi dan punggung tangan. Semakin tinggi suhu tubuh seseorang, semakin tinggi pula gelombang inframerah yang terdeteksi oleh sensor.

Hasil pengukuran suhu akan ditampilkan pada layar yang berada pada bagian punggung. Sayangnya hasil pengukuran termometer digital inframerah tidak seakurat jenis termometer lainnya.

3. Termometer Telinga

Image Source: Freepik/Freepik

Masih menggunakan cara kerja yang sama, termometer telinga dibekali sensor untuk menangkap gelombang inframerah. Bedanya, bagian ujung termometer telinga memiliki ukuran yang lebih kecil serta bentuk mengerucut.

Cara menggunakan jenis termometer ini adalah dengan mengarahkan sensor inframerah ke bagian dalam liang telinga, tepatnya gendang telinga atau membran timpani.

Pastikan telinga dalam kondisi bersih, karena kotoran yang ada di telinga dapat membuat hasil pengukuran tidak akurat.

4. Termometer Dot Digital

Image Source: Freepik/Freepik

Jenis termometer ini mungkin akan sulit kamu temui sehari-hari. Pasalnya termometer dot digital lebih sering digunakan oleh dokter anak atau orang tua yang memiliki bayi atau balita.

Termometer dot digital memiliki bentuk seperti dot atau empeng sehingga bisa menjadi solusi bagi kamu yang kesulitan mengukur suhu anak dengan termometer biasa. Cara menggunakan jenis termometer ini juga sangat mudah. Cukup ajarkan anak untuk mengisap alat ini selama 3-5 menit kemudian suhu tubuh anak akan keluar pada bagian layar.

Pastikan kamu membersihkan termometer segera setelah digunakan karena air liur yang tertinggal dapat menjadi sarang bakteri dan kuman penyebab penyakit.

5. Termometer Air aksa

Termometer Air Raksa
Image Source: Pexels/Polina Tankilevitch

Jika kamu mencari termometer klasik yang mudah digunakan, tentu termometer air raksa jawabannya. Berbeda dari jenis termometer lainnya yang serba digital dan otomatis, termometer ini masih menggunakan air raksa untuk mengukur suhu tubuh.

Termometer air raksa memiliki bentuk seperti tabung dengan bagian tengah yang berisi air raksa atau merkuri. Panas dari tubuh akan membuat cairan ini memuai sehingga terlihat semakin tinggi hingga mencapai garis yang menandakan suhu tubuh.

Terbuat dari kaca, jenis termometer ini sudah tidak lagi dianjurkan untuk penggunaan pribadi karena mudah pecah. Selain itu, air raksa yang tumpah juga mudah menguap sehingga dapat meningkatkan resiko keracunan.

6. Termometer Alkohol

Termometer Alkohol
Image Source: Pexels/Pixabay

Termometer alkohol bisa jadi alternatif yang lebih aman jika dibandingkan dengan jenis termometer sebelumnya. Hadir dengan bentuk yang sama alat ukur suhu ini menggunakan alkohol untuk menunjukkan suhu tubuh.

Berbeda dari alat ukur suhu lain, termometer alkohol dapat mengukur suhu sangat rendah hingga -112 derajat Celcius dengan suhu titik didih sebesar 78 derajat Celcius. Batas suhu unik inilah yang membuat alat ukur suhu ini juga dikenal sebagai termometer minimum.

Cara Menggunakan Termometer yang Tepat

Umumnya suhu tubuh normal manusia berada pada 36,5-37 derajat Celcius. Nah, agar dapat menunjukkan hasil yang akurat, pastikan kamu memperhatikan beberapa hal ini saat menggunakan termometer.

  1. Hindari menggunakan saat selesai makan. Setelah makan, biasanya akan terjadi peningkatan metabolisme dalam tubuh yang dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat. Maka, beri waktu sekitar 20-30 menit agar hasil pengukuran lebih akurat.
  2. Beri jeda setelah olahraga dan mandi air panas. Pastikan untuk memberi jeda selama 1 jam agar suhu tubuh kembali normal sebelum diukur.
  3. Letakkan termometer di bawah lidah. Bila ingin menggunakan termometer di mulut, pastikan untuk meletakkan bagian ujungnya pada bagian bawah lidah, kemudian tutup mulut erat-erat.
  4. Lepas termometer saat alarm berbunyi. Hindari melepas termometer sebelum alarm berbunyi karena dapat membuat hasil pengukuran tidak akurat. Jika menggunakan termometer manual seperti air raksa dan alkohol, tunggulah selama 2 menit.
  5. Bersihkan setelah digunakan. Segera bersihkan termometer setelah digunakan dengan air dan sabun atau alkohol.

Itu dia jenis-jenis termometer yang bisa digunakan untuk mengukur suhu badan. Jika setelah diukur suhu badan lebih tinggi dari 38 derajat Celcius dan gejala lain yang dirasakan tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Lengkapi kebutuhan alat kesehatan lainnya seperti timbangan badan digital, oximeter, smartwatch, dan banyak lainnya dengan mudah dan murah di Jakmall. Makin untung dengan fitur 1-Day shipping, COD, dan promo spesial lainnya.


Sumber:

Encyclopaedia Britannica. Thermometer. https://www.britannica.com/technology/thermometer

Healthline. Advantages and Disadvantages of Different Types of Thermometers. https://www.healthline.com/health/types-of-thermometers

Mayo Clinic. Thermometers: Understand the options. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/in-depth/thermometers/art-20046737