Tips cepat dapat untung saat memulai bisnis!

Berjualan di marketplace online juga membutuhkan skill yang tidak kalah dengan berjualan secara offline. Bagi kamu yang berjualan di marketplace online secara otodidak, tidak ada salahnya untuk mempelajari tips yang dapat membuat usahamu lebih terarah dalam meningkatkan penjualan.

Di antara tips tersebut, ada bagaimana cara meningkatkan penjualan secara organik dan berbayar. Cara penjualan secara organik adalah penjualan tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun namun ada beberapa hal yang harus dilakukan. Sedangkan penjualan secara berbayar, biasanya dilakukan dengan iklan berbayar di marketplace online atau penggunaan fitur-fitur berbayar lainnya.

Cara penjualan secara organik dan berbayar tidak dapat dipisahkan dalam hal optimasi toko online. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan cara meningkatkan penjualan secara organik dan berbayar di marketplace online berdasarkan poin-poin berikut:

1. Maksimalkan Tampilan Toko

Foto profil toko, banner toko, headline toko, dekorasi toko, dan deskripsi toko adalah hal-hal yang tidak boleh dianggap remeh.

  • Pilihlah foto profil toko yang menarik. Lebih baik jika kamu membuat logo brand toko online yang menarik sebagai foto profil toko dibandingkan dengan foto-foto lainnya.
  • Tambahkanlah banner toko yang mencerminkan tokomu. Kamu juga dapat menuliskan jargon ataupun tulisan bersifat informatif di banner tersebut.
  • Headline toko terdapat pada beberapa marketplace online, biasanya berisi kumpulan beberapa banner, deskripsi toko, dan juga voucher toko. Buatlah perpaduan yang menarik dari komponen-komponen tersebut.
  • Dekorasi toko adalah keseluruhan tampilan toko. Pastikan kamu menyusun komponen-komponen sebelumnya (seperti foto profil, banner, headline) tampil secara selaras dan enak dilihat.
  • Deskripsi toko dapat ditulis dengan jargon-jargon menarik dan juga informasi yang lengkap mengenai pelayanan (jam operasional, waktu pengiriman, dan lain-lainnya).

2. Manfaatkan Fitur Voucher Toko

Banyak marketplace online yang menyediakan fitur voucher toko secara gratis (tanpa harus membayar untuk mengaktifkan fitur tersebut). Kamu tinggal memanfaatkan kemudahan ini dengan coba membuat voucher toko yang sesuai dengan budget promosi. Sebagai contoh, kamu bisa menyiapkan budget promosi Rp500 ribu dengan skema diskon Rp25 ribu untuk pembelian minimal Rp50 ribu sebanyak 20 voucher.

Fitur voucher toko ini memang terkesan seperti mengeluarkan biaya ekstra. Tetapi dengan perhitungan yang tepat, fitur ini hanya akan mengurangi sedikit margin keuntunganmu dari penjualan produk. Namun kamu bisa mendapatkan basis pelanggan yang diinginkan. Itu lebih berharga dibandingkan budget yang kamu keluarkan tadi.

3. Maksimalkan Judul Produk

Masing-masing marketplace online memiliki ketentuan mengenai berapa jumlah karakter atau huruf untuk suatu judul produk, misalnya 140 karakter, 100 karakter, dan sebagainya.

Maksimalkan semua jumlah karakter tersebut dengan judul produk yang mencakup kata kunci yang biasa dicari dalam menu search. Kamu juga dapat meneliti terlebih dahulu kata kunci apa yang biasa dicari, misalnya seperti “kaos pria”, “baju pria” dan sebagainya. Kamu bisa menambahkan nama toko di depan judul produk untuk mempermudah basis pembeli ketika mencari produk dari tokomu.

Contoh judul produk yang baik, misalnya “TokoX Baju Kaos Pria Murah Premium”. “Toko X” untuk mewakili nama toko. “Baju”, “kaos”, “pria”, “murah”, dan “premium” adalah kata kunci yang mewakili produkmu. Pastikan kata kunci tersebut tetap mewakili produk yang dijual. Jangan sampai kamu membuat judul produk yang tidak berhubungan dengan produk yang dijual.

4. Maksimalkan Gambar dan Deskripsi Produk

Gambar produk yang baik akan lebih menarik jika ditambahkan dengan watermark dari logo brand toko online milikmu. Jika perlu, tambahkan juga frame yang menarik pada gambar produknya. Watermark dan frame dapat membuat gambar produk lebih menonjol dibandingkan produk dari toko lainnya pada saat calon pembeli melakukan pencarian produk.

Deskripsi produk dapat kamu maksimalkan dengan memberikan informasi yang lengkap tentunya. Hal ini dapat membantu calon pembeli untuk yakin membeli produk dari toko online-mu. Hindarilah pemberian deskripsi produk yang tidak lengkap. Selain itu, kamu bisa menambahkan tanda pagar (#) diikuti kata kunci atau yang lebih dikenal dengan hashtag, misal “#kaos pria”, “#baju cowok”, dan sebagainya. Hashtag juga dapat menjadi unsur search engine optimization (SEO) yang penting di beberapa marketplace, tentunya dengan kata kunci-kata kunci yang populer.

Pada deskripsi produk, utamakanlah untuk menambahkan video mengenai produk. Jika tidak mempunyai video produknya, kamu boleh mencoba membuat video mengenai review produk tersebut sendiri dengan memanfaatkan berbagai aplikasi pembuat video yang praktis.  

5. Riset Harga Produk dan Pasang Harga Produk yang Menarik

Cobalah untuk mengetahui harga produk sejenis yang dijual oleh penjual lainnya. Cobalah untuk memasang produk yang kompetitif dengan penjual lainnya.

Poin penting dari memasang harga yang tepat adalah jangan paksakan untuk memasang harga terendah yang mengorbankan keuntunganmu demi mengalahkan penjual lainnya. Karena dengan margin yang sangat tipis akan menjadi sangat rentan bagi penjual untuk mengalami kerugian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti komplain, retur, dan lainnya.

Anda dapat memasang harga produk yang menarik dengan cara mengombinasikan produk yang satu dengan lainnya (cross selling), misalnya dengan cara paket bundling. Contoh, kamu menjual produk charger HP senilai Rp35.000 dan produk headset senilai Rp30.000. Supaya lebih menarik, kamu dapat menyusun paket bundling charger HP + headset senilai Rp60.000. Biaya akumulasi Rp60.000 tentunya dengan mengorbankan sedikit margin anda, tapi hal ini dapat membentuk gimik yang menarik bagi konsumen untuk mendapatkan nilai lebih pada paket bundling yang ditawarkan.

6. Setelah Poin 1 sampai 5 Selesai, Cobalah Promosikan Secara Organik

Setelah tampilan toko online beserta data produk yang dipasang sudah cukup baik, cobalah untuk promosikan toko online mulai dari akun sosial media. Berilah link tokomu pada postingan yang dibuat. Pakailah aplikasi shorten link yang dapat dilacak untuk mengetahui berapa jumlah pengunjung dari link yang anda bagikan. Ini dapat mengukur seberapa efektif promosi organik yang kamu coba jalankan melalui sosial media.

Jangan pernah malu untuk mempromosikan toko online melalui akun sosial media pribadimu. Bisa jadi teman di sosial media akan menjadi basis langgananmu dalam jangka panjang.

Anda juga dapat membuat akun sosial media khusus untuk toko online. Tapi buatlah konten postingan di luar produk yang kamu jual lebih menarik seperti konten motivasi, edukasi, ataupun bahkan komedi. Rumus yang biasa dipakai adalah 4 postingan biasa (contoh motivasi, edukasi, dan sebagainya) + 2 postingan produk yang dijual.

Promosi organik lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah melalui fitur push (naikkan produk) yang pada beberapa marketplace masih gratis. Push ini dapat membuat produkmu muncul di tampilan teratas produk terbaru di marketplace tersebut.

Jika nantinya kamu sudah memiliki banyak database calon pembeli yang melakukan chat ke akun tokomu, kamu dapat memanfaatkan database tersebut untuk mempromosikan produk atau voucher promosi melalui teknik broadcast (pesan selebaran) dengan fitur chat tersebut.  

7. Iklankan Produk Anda

Pastikan kamu telah melakukan optimasi toko online (poin 1-5) dan melakukan promosi secara organik (poin 6) sebelum menggunakan promosi dengan iklan berbayar di marketplace. Dengan telah menyelesaikan poin 1 - 6 di atas terlebih dahulu, hal tersebut akan membantumu mendapatkan hasil yang maksimal ketika memulai memanfaatkan fitur iklan berbayar di marketplace.

Poin penting dari fitur iklan berbayar di masing-masing marketplace adalah karakterisitik yang berbeda-beda. Ada marketplace yang mengutamakan iklan berdasarkan hasil pencarian judul produk, kata kunci produk, atau kombinasi keduanya. Hal inilah yang harus kamu cari tahu terlebih dahulu untuk hasil yang maksimal.

Hal penting lainnya adalah mengenai jam iklan produk. Pastikan kamu memasang iklan di jam-jam yang memang traffic pengunjung sedang ramai. Kamu juga dapat mempelajari persona target pembelimu. Misal jika kamu menjual produk yang berkaitan dengan kaum ibu-ibu, cobalah untuk pasang iklan produk ketika jam 10 atau 11 pagi ketika ibu-ibu sedang istirahat setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Untuk membuat strategi iklan lebih terukur, kamu dapat memasang beberapa iklan di jam-jam yang menurutmu traffic-nya ramai dan sesuai dengan target pembeli. Dari hasil iklan tersebut, kamu dapat melihat jam mana yang lebih ramai. Jika sudah mendapatkan hasilnya, kamu dapat lebih fokus untuk memasang iklan di jam teramai tersebut saja. Contoh, kamu memasang iklan produk A di jam 11 siang, 3 sore, dan 8 malam. Ternyata jam teramai adalah jam 11 siang, maka untuk selanjutnya kamu boleh untuk lebih fokus memasang iklan di jam 11 siang saja.

Kamu juga harus memperhatikan hari-hari yang ramai dengan traffic pelangganmu. Misalnya di hari Senin - Jumat, karena biasanya Sabtu dan Minggu orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu berekreasi atau istirahat misalnya.

Tapi pola-pola di atas bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Misal ternyata di hari-hari yang traffic-nya tidak seramai hari biasa, tokomu justru ramai dikunjungi. Bisa jadi ini diakibatkan para penjual lainnya tidak memasang iklan atau banyak toko yang tutup. Kesempatan ini juga harus jeli untuk dilihat dan dimanfaatkan.

Lakukanlah hal-hal di atas secara beurutan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Teruslah mempelajari pola-pola berjualan secara organik dan berbayar dengan konsisten. Dengan begitu, semoga kamu mendapatkan hasil yang dinginkan.
Kamu juga dapat memulai bisnis toko online dengan bergabung dalam Program Afiliasi Jakmall.com.

Untung Jutaan bersama Program Afiliasi Jakmall.com