Simak 8 Jenis Yoga Sesuai Kebutuhan Kamu!

Artikel ini khusus untuk kamu yang masih bingung memilih kelas yoga atau latihan yang sesuai!

Simak 8 Jenis Yoga Sesuai Kebutuhan Kamu!
Image Source: freepik/jcomp

Duduk dalam posisi bersila dengan tenang, kemudian tarik napas dalam-dalam, buang secara perlahan, sambil menjernihkan pikiran adalah ciri khas dari olahraga yoga.

Sejarah yoga telah dipraktikkan selama ribuan tahun tidak hanya memberikan ketenangan mental, yoga juga menawarkan fleksibilitas dan keseimbangan yang sampai saat ini diminati orang-orang dari berbagai kalangan usia.

Dalam perkembangannya, yoga modern terbagi ke dalam berbagai jenis dengan karakter, tujuan, dan tingkat intensitas yang berbeda. Pembagian ini berguna untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik, tujuan kesehatan, serta gaya hidup agar manfaatnya lebih terasa efektif.

Kali ini, Jakmall akan menyajikan jenis-jenis yoga, sekaligus saran orang-orang yang cocok melakukannya, khusus untuk kamu yang masih bingung memilih kelas yoga atau latihan yang sesuai!

Cara Memilih Jenis Yoga yang Sesuai

Cara Memilih Jenis Yoga yang Sesuai
Image Source: Freepik/jcomp

Kamu enggak perlu buru-buru menentukan jenis yoga. Ini karena kamu harus memahami tujuan pribadi dan kondisi tubuh terlebih dahulu. Bagi kamu yang ingin meningkatkan kebugaran dan kekuatan fisik, jenis yoga yang dinamis seperti Vinyasa atau Ashtanga dapat menjadi pilihan.

Sementara itu, kamu yang mencari ketenangan mental, manajemen stres, atau pemulihan tubuh akan lebih terbantu dengan Hatha, Yin, atau Restorative Yoga.

Selain itu, kamu juga harus mempertimbangkan faktor usia, riwayat cedera, tingkat fleksibilitas, serta rutinitas harian. Meskipun memang, yoga yang terasa tepat adalah yoga yang menantang, tetapi tetap penting mengutamakan rasa aman dan nyaman. Bukan yang memaksakan tubuh melampaui batasnya.

Pentingnya Instruktur Yoga

Selain menentukan jenis yoga, kualitas pengalaman latihan juga sangat dipengaruhi oleh peran instruktur dan lingkungan kamu berlatih nantinya.

Instruktur yang kompeten tidak hanya memandu gerakan, tetapi juga memahami anatomi dasar tubuh, memberikan koreksi yang aman, serta menyesuaikan latihan dengan kemampuan kamu.

Selain itu, lingkungan latihan yang kondusif, baik di studio maupun di rumah, turut berperan dalam menjaga fokus dan konsistensi saat kamu melakukan yoga. Ruang yang tenang, sirkulasi udara yang baik, serta alat bantu yang memadai akan membantu tubuh, dan pikiran lebih mudah memasuki kondisi relaks dan sadar selama praktik yoga.

Untuk itu, sebelum memulai yoga, ada baiknya kamu menggunakan waktu untuk riset tempat latihan dan instruktur guna memaksimalkan latihan.

Jenis-Jenis Yoga Sesuai Kebutuhan

Jenis-Jenis Yoga Sesuai Kebutuhan
Image Source: Freepik/pressfoto

Setelah memahami cara menentukan jenis yoga, dan pentingnya instruktur serta tempat latihan, saatnya kamu mengetahui jenis-jenis yoga yang paling sesuai untuk kebutuhan kamu!

1. Hatha Yoga

Hatha yoga merupakan jenis yoga yang paling umum, sering direkomendasikan bagi pemula, dan mungkin juga paling sering kamu lihat. Dalam praktiknya, hatha yoga menekankan keseimbangan antara gerakan tubuh, pernapasan, dan relaksasi.

Setiap pose dilakukan dengan tempo yang relatif lambat sehingga memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri. Kelebihan utama hatha yoga terletak pada sifatnya yang aman, dan mudah diikuti oleh berbagai kalangan usia.

Namun, bagi mereka yang terbiasa dengan aktivitas fisik berat, hatha yoga mungkin bisa jadi kurang menantang, dan tidak memberikan efek kardio yang signifikan. Oleh karena itu, Hatha Yoga paling cocok untuk pemula, lansia, atau kamu yang ingin memulai gaya hidup sehat tanpa tekanan fisik berlebih.

2. Restorative Yoga

Restorative yoga memiliki tujuan utama untuk pemulihan tubuh dan pikiran. Praktik ini menggunakan banyak alat bantu agar tubuh dapat beristirahat sepenuhnya dalam setiap pose.

Gerakannya sangat minimal, tetapi manfaatnya besar dalam mengurangi kelelahan, stres, dan ketegangan mental. Restorative Yoga sangat aman dan dapat dilakukan oleh hampir semua orang, termasuk lansia dan individu dalam masa pemulihan.

Namun, karena hampir tidak melibatkan aktivitas fisik, jenis yoga ini tidak cocok bagi kamu yang mencari latihan kebugaran. Restorative yoga ideal bagi kamu yang mengalami kelelahan kronis, burnout, atau membutuhkan relaksasi mendalam.

3. Vinyasa Yoga

Vinyasa yoga menawarkan pengalaman yang lebih dinamis. Gerakan dalam vinyasa yoga mengalir dari satu pose ke pose lainnya dengan ritme napas yang terkoordinasi.

Setiap sesi biasanya memiliki rangkaian gerakan yang bervariasi sehingga praktik ini terasa lebih hidup, dan tidak monoton. Keunggulan vinyasa yoga terletak pada kemampuannya meningkatkan kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta membantu pembakaran kalori.

Di sisi lain, tempo yang cepat bisa menjadi tantangan bagi pemula, terutama jika belum memahami teknik dasar yoga dengan baik. Vinyasa yoga lebih cocok bagi kamu yang aktif, menyukai variasi latihan, dan ingin menggabungkan manfaat olahraga dengan ketenangan mental.

4. Yin Yoga

Yin yoga menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dibanding yoga dinamis. Dalam yin yoga, pose dilakukan secara pasif dan ditahan dalam waktu yang cukup lama.

Fokusnya bukan pada otot, melainkan pada jaringan ikat seperti ligamen dan sendi. Praktik ini sangat efektif untuk meningkatkan fleksibilitas jangka panjang dan memberikan efek relaksasi mendalam.

Yin yoga juga membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres. Kekurangannya, jenis yoga ini tidak melatih kekuatan otot, dan bisa terasa membosankan bagi orang yang menyukai gerakan aktif. Yin yoga sangat cocok bagi pekerja dengan tingkat stres tinggi, individu yang sering duduk dalam waktu lama, atau sebagai pelengkap latihan fisik yang intens.

5. Iyvengar Yoga

Iyengar Yoga menawarkan pendekatan yang lebih teknis dan presisi. Fokus utama dari jenis yoga ini adalah keselarasan tubuh dalam setiap pose. Penggunaan alat bantu seperti balok, tali, atau kursi bertujuan untuk membantu mencapai posisi yang benar tanpa memaksakan tubuh.

Kelebihan Iyengar Yoga terletak pada keamanannya, terutama bagi kamu yang sedang dalam proses pemulihan cedera atau memiliki masalah postur. Dengan perhatian pada detail, praktisi dapat memahami tubuhnya dengan lebih baik.

Namun, karena setiap pose dilakukan dengan cermat dan terkadang ditahan cukup lama, iyengar yoga bisa terasa lambat dan kurang dinamis. Jenis yoga ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memperbaiki postur tubuh, memahami teknik yoga secara mendalam, atau memiliki kebutuhan khusus dalam latihan fisik.

6. Bikram Yoga

Bikram yoga yang sering dikenal sebagai hot yoga, dilakukan di dalam ruangan suhu tinggi. Kondisi panas ini dirancang untuk membantu otot menjadi lebih lentur dan meningkatkan pengeluaran keringat.

Bikram yoga juga memiliki urutan pose yang tetap, dan menantang secara fisik maupun mental. Keunggulannya terletak pada peningkatan fleksibilitas yang relatif cepat serta efek detoksifikasi melalui keringat.

Namun, latihan di suhu tinggi tidak cocok untuk semua orang. Risiko dehidrasi dan tekanan berlebih pada tubuh perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Bikram Yoga lebih sesuai bagi kamu yang sudah terbiasa berolahraga intens, dan memahami batas kemampuan tubuhnya.

7. Kundalini Yoga

Kundalini yoga menggabungkan gerakan, teknik pernapasan intens, meditasi, dan penggunaan mantra. Fokus utamanya adalah membangkitkan energi dalam tubuh serta meningkatkan kesadaran diri.

Praktik ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada keseimbangan emosional dan mental. Kelebihan kundalini yoga terletak pada pendekatannya yang holistik dan mendalam.

Namun, bagi sebagian orang, aspek spiritual dan penggunaan mantra bisa terasa kurang familiar. Kundalini Yoga paling cocok bagi kamu yang tertarik pada pengembangan diri, meditasi, dan keseimbangan energi, bukan semata-mata latihan fisik.

8. Ashtanga Yoga

Ashtanga Yoga dikenal sebagai salah satu jenis yoga yang paling menuntut fisik. Praktik ini memiliki urutan gerakan yang tetap, dan dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Intensitas ashtanga yoga membantu membangun kekuatan otot, stamina, serta kedisiplinan mental yang tinggi. Dikarenakan strukturnya yang baku, perkembangan kemampuan dapat diukur dengan jelas.

Namun, kekakuan pada urutan gerakan juga menjadi kelemahannya. Jika tidak dilakukan dengan teknik yang tepat, risiko cedera bisa meningkat, terutama bagi pemula atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik tertentu.

Ashtanga yoga paling sesuai untuk atlet, praktisi yoga berpengalaman, atau individu yang menyukai tantangan dan rutinitas latihan yang disiplin.

Meskipun yoga terdiri dari berbagai macam jenis, esensi yoga tetaplah sama, yaitu kesadaran, keseimbangan, dan hubungan antara tubuh, napas, serta pikiran.

Ingat bahwa ada saat ketika tubuh membutuhkan tantangan fisik, dan ada pula saat di mana pemulihan serta ketenangan menjadi prioritas.

Esensi yoga terletak bukan pada seberapa kompleks gerakannya, tetapi pada kemampuan untuk hadir sepenuhnya, menenangkan dan menyatu dengan diri, serta menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Jakmall punya rekomendasi peralatan olahraga, serta yoga dan fitness seperti roller foam, bola yoga, dan matras yoga dengan harga Lebih Murah, karena Langsung dari Pusatnya!