7 Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter. Mana yang Lebih Baik?
Simak perbedaan AC inverter dan non inverter agar kamu bisa memilihnya secara tepat sesuai dengan kebutuhan.

Memilih pendingin ruangan yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan banyaknya pilihan yang tersedia di pasaran. Salah satu perbandingan yang paling sering dibahas adalah perbedaan AC inverter dan non inverter, yang masing-masing menawarkan keunggulan dan kekurangan berbeda.
Secara umum, perbedaan AC inverter dan non inverter terletak pada cara kerja kompresornya. AC inverter mampu menyesuaikan kecepatan kerja kompresor sesuai suhu ruangan, sedangkan non inverter bekerja dengan sistem on-off yang cenderung lebih boros energi.
Memahami perbedaan AC inverter dan non inverter sangat penting agar kamu bisa mendapatkan AC yang sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan efisiensi energi yang diharapkan. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan sehingga seharusnya kamu bisa lebih mudah untuk memilih sesuai kebutuhan.
Perbedaan AC Inverter dan Non Inverter
Perbedaan keduanya bisa ditinjau dari cara kerja, efisiensi energi, kenyamanan suhu, kebisingan , harga, biaya operasional, hingga umur kompresor dan perawatan. Simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini.
1. Cara Kerja Kompresor

Kompresor pada AC inverter bekerja secara variabel, artinya kecepatan kerjanya bisa disesuaikan berdasarkan suhu ruangan. Saat suhu sudah mendekati target, kompresor akan melambat tetapi tetap menyala.
Sementara kompresor pada AC non inverter bekerja secara konstan (on/off). Jika suhu tercapai, kompresor akan mati total lalu hidup lagi saat suhu naik. Pola ini berulang terus-menerus.
2. Efisiensi Energi

AC inverter hanya akan mengonsumsi daya tinggi di awal saat dinyalakan, lalu menurun saat suhu telah tercapai dan stabil. Ini membuat penggunaan listrik lebih konsisten dan efisien dalam jangka panjang.
Sebaliknya, AC non-inverter menggunakan sistem kerja on-off yang mematikan dan menyalakan kompresor secara berulang. Pola ini menyebabkan lonjakan daya setiap kali menyala kembali, membuat konsumsi listrik lebih tinggi.
3. Kenyamanan Suhu

AC inverter mampu menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai suhu ruangan. Artinya, suhu tetap nyaman dan stabil tanpa fluktuasi besar yang terasa mengganggu.
Sedangkan pada AC non-inverter, suhu cenderung naik turun karena proses on/off kompresor menyebabkan perubahan suhu yang lebih terasa. Ini bisa membuat penggunanya merasa kurang nyaman, terutama saat tidur.

4. Tingkat Kebisingan

Salah satu perbedaan AC inverter dan non inverter yang paling terasa adalah dari segi kebisingan saat digunakan. AC inverter cenderung lebih senyap karena kompresor bekerja secara konstan. Hal ini membuat suara yang dihasilkan lebih halus.
Sementara AC non inverter menimbulkan suara bising yang berasal dari unit outdoor saat kompresor menyala. Suara bising akan lebih mengganggu jika AC non inverter sudah tua.
5. Usia Pemakaian

Kompresor pada AC inverter tidak mengalami banyak siklus on/off, sehingga umur pemakaian cenderung lebih panjang karena komponen bekerja lebih stabil dan tidak mudah aus.
Sementara AC non inverter justru lebih cepat mengalami keausan karena sering mati-nyala, terutama pada kompresor. Ini bisa memperpendek umur AC dan meningkatkan biaya perawatan.

6. Perawatan

Jika ditinjau dari segi perawatan, biaya yang dikeluarkan oleh AC inverter cenderung lebih mahal dibanding AC non inverter. Hal ini karena AC inverter menggunakan freon dengan biaya perawatan yang lebih mahal.
Biaya penggantian komponen pada AC inverter juga relatif lebih tinggi, terutama jika terjadi kerusakan pada modul inverter atau kompresornya. Di sisi lain, AC non-inverter memiliki sistem yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dan murah dalam perawatan rutin maupun saat terjadi kerusakan.
7. Harga

Dari sisi harga, AC inverter umumnya dibanderol lebih mahal dibanding AC non inverter. Hal ini disebabkan oleh teknologi canggih yang ditanamkan, seperti sensor pintar, kontrol suhu otomatis, dan sistem pengatur kecepatan kompresor yang hemat energi.
Sebaliknya, AC non-inverter memiliki harga beli yang lebih terjangkau, sehingga lebih ramah di kantong bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas atau hanya membutuhkan pendingin udara untuk penggunaan sesekali.
Kesimpulan perbedaan AC inverter dan non inverter adalah, AC inverter lebih canggih dari sisi teknologi dan mesin yang digunakan namun memiliki harga beli dan perawatan yang lebih mahal. Sementara AC non inverter mengadopsi teknologi yang lebih sederhana namun lebih murah dari segi harga dan perawatannya.
Jika ditanya mana yang lebih baik, ini tergantung pada kebutuhan penggunaan kamu. Jika kamu ingin AC dengan suhu konstan, digunakan dengan sering, hemat energi, dan awet dalam jangka lama, kamu bisa memilih AC inverter.
Namun jika kamu tidak ingin terlalu sering menggunakan AC dan hanya memerlukan kesejukan dalam durasi singkat, kamu bisa memilih AC non inverter dengan harga beli dan perawatan yang lebih terjangkau.